Kamis, 17 Juli 2014

ini dia cara bersihkan najis dari jilatan anjing

Di agama islam,Air liur anjing itu haram hukumnya karena beberapa hal yang saya kira tidak perlu menyebutkan alasannya disini.Namun bagaimana kalau seandainya muslim yang berprofesi sebagai dokter hewan? Apakah tidak boleh melayani pasien yang bernajis? Dan jawabannya tentulah boleh tapi harus bersuci sesuai yang di anjurkan nabi.

Sebagaimana yang tersurat dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah :
"bahwasannya Rasulullah Sholallahu alaihi wasalam bersabda "Apabila anjing meminum di bejana (wadah) salah seorang diantara kamu,maka cucilah tujuh kali. (Mutafaq'alaih)"
Kemudian dijelaskan di hadits selanjutnya :
"Dan bagi Imam Ahmad dan Muslim "Sucinya bejana seseorang diantara kamu apabila dijilat anjing,hendaklah ia dicuci tujuh kali,pertama kalinya (dicampur) dengan tanah"
Jadi kesimpulannya,kita tidak apa-apa memegang,merawat dan melayani anjing namun sehabis kontak langsung dengan anjing,harus segera bersuci,walaupun tidak kena ludah tapi dianjurkan juga untuk bersuci,supaya tidak terjadinya keraguan.Dengan cara mencuci bagian tubuh/hal yang terkena najis anjing dengan menggosokkan dengan tanah satu kali kemudian dilanjutkan dengan membasuhnya dengan air sebanyak tujuh kali.
Jadi,tidak perlu takut dengan najis.Niatkan dengan hati iklas dan jiwa yang bijaksana dan percayakan kepada Allah SWT yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.Segala sesuatunya pasti ada jalan keluarnya.Viva Veteriner Indonesia!
(sumber:http://blogveteriner.blogspot.com/)