Minggu, 12 Januari 2014

Tips memilih anjing dan kucing

Kadang kita sering tergoda untuk segera membeli anak anjing / kucing yang kita lihat di etalase pet shop. Bisa jadi karena tingkahnya yang lucu, karena warnanya yang unik, karena bentuk tubuhnya yang menggemaskan atau juga karena bulunya yang menggoda. Godaan-godaan itulah yang membuat kita sering lupa mempertimbangkan hal-hal lain yang justru lebih penting sebelum kita memutuskan untuk memilikinya (membeli).
Masalah akan muncul begitu anjing / kucing yang baru kita beli mulai terlihat sakit. Nafsu makan kurang, lesu, bahkan diare dan atau muntah. Kalau sudah seperti itu urusannya menjadi lebih rumit. Kita harus membawa ke dokter hewan, merawatnya dan tentu mengeluarkan biaya ekstra untuk itu.Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli / memiliki anjing / kucing yang kita sukai adalah :
  1. Umur. Pastikan anak anjing / kucing telah berumur diatas 2 bulan. Pada umur tersebut diharapkan anak anjing / kucing sudah mandiri, bisa makan dan minum sendiri tanpa tergantung pada susu induknya. Diharapkan pula kekebalan tubuhnya sudah lebih baik.
  2. Vaksinasi. Ini penting, karena beberapa penyakit yang fatal sering menyerang anak anjing / kucing pada awal kehidupannya. Vaksinasi, minimal vaksinasi awal, diharapkan dapat memberikan perlindungan dari serangan penyakit yang membahayakan. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya buku vaksinasi yang tercantum tanggal, jenis vaksin, label vaksin, tanda tangan dan stempel dokter hewan yang melakukan vaksinasi.
  3. Periksa mata, telinga, hidung, mulut dan anus. Mata harus bersih & cerah, kadang ada sedikit kotoran disudut mata. Telinga tampak bersih. Pada anjing ras ada tatto di salah satu daun telingnya. Hidung tampak lembab dan tidak ada leleran pada lubang hidungnya. Mulut tampak gigi yang bersih. Anus juga bersih. Pada anjing / kucing diare anus akan tampak sangat kotor.
  4. Perhatikan tingkah lakunya yang lincah dan selalu ingin bermain.
  5. Nafsu makan baik. Tanpa ada gejala muntah, bersin, pilek atau diare. Kulit dan bulu tampak bersih dan tidak ada luka.
Jangan lupa untuk menanyakan jenis makanan, jumlah dan frekuensi pemberian setiap harinya yang biasa diberikan di tempat asalnya. Kebiasaan tersebut hendaknya diteruskan sesampainya di rumah, paling tidak untuk seminggu pertama. Berikan pula multivitamin agar anjing / kucing selalu dalam kondisi fit dan tidak mudah stress. (Drh. Amir Mahmud – KlinikHewan.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar